0

sosiologi politik

Dalam melakukan kegiatan sosialisasi politik, Rush dan Althoff menyuratkan terdapat 3 cara, yaitu :
1. Imitasi
2. Instruksi
3. Motivasi

Imitasi. Melalui imitasi, seorang individu meniru terhadap tingkah laku individu lainnya. Misalnya, Gus Dur adalah anak dari K.H. Wahid Hasyim dan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, K.H. Hasyim Asy’ari. Gus Dur sejak kecil akrab dengan lingkungan pesantren dan budaya politik Nahdlatul Ulama, termasuk dengan kiai-kiainya. Budaya tersebut mempengaruhi tindakan-tindakan politiknya yang cenderung bercorak Islam moderat seperti yang ditampakan oleh organisasi Nahdlatul Ulama secara umum.

Instruksi. Cara melakukan sosialisasi politik yang kedua adalah instruksi. Gaya ini banyak berkembang di lingkungan militer ataupun organisasi lain yang terstruktur secara rapi melalui rantai komando. Melalui instruksi, seorang individu diberitahu oleh orang lain mengenai posisinya di dalam sistem politik, apa yang harus mereka lakukan, bagaimana, dan untuk apa. Cara instruksi ini juga terjadi di sekolah-sekolah, dalam mana guru mengajarkan siswa tentang sistem politik dan budaya politik yang ada di negara mereka.

Motivasi. Cara melakukan sosialisasi politik yang terakhir adalah motivasi. Melalui cara ini, individu langsung belajar dari pengalaman, membandingkan pendapat dan tingkah sendiri dengan tingkah orang lain. Dapat saja seorang individu yang besar dari keluarga yang beragama secara puritan, ketika besar ia bergabung dengan kelompok-kelompok politik yang lebih bercorak sekular. Misalnya ini terjadi di dalam tokoh Tan Malaka. Tokoh politik Indonesia asal Minangkabau ini ketika kecil dibesarkan di dalam lingkungan Islam pesantren, tetapi ketika besar ia merantau dan menimba aneka ilmu dan akhirnya bergabung dengan komintern. Meskipun menjadi anggota dari organisasi komunis internasional, yang tentu saja bercorak sekular, ia tetap tidak setuju dengan pendapat komintern yang menilai gerapak pan islamisme sebagai musuh. Namun, tetap saja tokoh Tan Malaka ini menempuh cara sosialisasi politik yang bercorak motivasi.

Agen Sosialisasi Politik

Dalam kegiatan sosialisasi politik dikenal yang namanya agen. Agen inilah yang melakukan kegiatan memberi pengaruh kepada individu. Rush dan Althoff menggariskan terdapatnya 5 agen sosialisasi politik yang umum diketahui, yaitu :
1.keluarga
2.sekolah
3.peer groups
4.media massa
5.pemerintah
6.partai politik

Keluarga. Keluarga merupakan primary group dan agen sosialisasi utama yang membentuk karakter politik individu oleh sebab mereka adalah lembaga sosial yang paling dekat. Peran ayah, ibu, saudara, memberi pengaruh yang tidak kecil terhadap pandangan politik satu individu. Tokoh Sukarno misalnya, memperoleh nilai-nilai penentangan terhadap Belanda melalui ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai. Ibunya, yang merupakan keluarga bangsawan Bali menceritakan kepahlawanan raja-raja Bali dalam menentang Belanda di saat mereka tengah berbicara. Cerita-cerita tersebut menumbuhkan kesadaran dan semangat Sukarno untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi bangsanya yang terjajah oleh Belanda.

Sekolah. Selain keluarga, sekolah juga menempati posisi penting sebagai agen sosialisasi politik. Sekolah merupakan secondary group. Kebanyakan dari kita mengetahui lagu kebangsaan, dasar negara, pemerintah yang ada, dari sekolah. Oleh sebab itu, sistem pendidikan nasional selalu tidak terlepas dari pantauan negara oleh sebab peran pentingnya ini.

Peer Group. Agen sosialisasi politik lainnya adalah peer group. Peer group masuk kategori agen sosialisasi politik Primary Group. Peer group adalah teman-teman sebaya yang mengelilingi seorang individu. Apa yang dilakukan oleh teman-teman sebaya tentu sangat mempengaruhi beberapa tindakan kita, bukan ? Tokoh semacam Moh. Hatta banyak memiliki pandangan-pandangam yang sosialistik saat ia bergaul dengan teman-temannya di bangku kuliah di Negeri Belanda. Melalui kegiatannya dengan kawan sebaya tersebut, Hatta mampu mengeluarkan konsep koperasi sebagai lembaga ekonomi khas Indonesia di kemudian hari. Demikian pula pandangannya atas sistem politik demokrasi yang bersimpangan jalan dengan Sukarno di masa kemudian.

Media Massa. Media massa merupakan agen sosialisasi politik secondary group. Tidak perlu disebutkan lagi pengaruh media massa terhadap seorang individu. Berita-berita yang dikemas dalam media audio visual (televisi), surat kabat cetak, internet, ataupun radio, yang berisikan perilaku pemerintah ataupun partai politik banyak mempengaruhi kita. Meskipun tidak memiliki kedalaman, tetapi media massa mampun menyita perhatian individu oleh sebab sifatnya yang terkadang menarik atau cenderung ‘berlebihan.’

Pemerintah. Pemerintah merupakan agen sosialisasi politik secondary group. Pemerintah merupakan agen yang punya kepentingan langsung atas sosialisasi politik. Pemerintah yang menjalankan sistem politik dan stabilitasnya. Pemerintah biasanya melibatkan diri dalam politik pendidikan, di mana beberapa mata pelajaran ditujukan untuk memperkenalkan siswa kepada sistem politik negara, pemimpin, lagu kebangsaan, dan sejenisnya. Pemerintah juga, secara tidak langsung, melakukan sosialisasi politik melalui tindakan-tindakannya. Melalui tindakan pemerintah, orientasi afektif individu bisa terpengaruh dan ini mempengaruhi budaya politiknya.

Partai Politik. Partai politik adalah agen sosialisasi politik secondary group. Partai politik biasanya membawakan kepentingan nilai spesifik dari warga negara, seperti agama, kebudayaan, keadilan, nasionalisme, dan sejenisnya. Melalui partai politik dan kegiatannya, individu dapat mengetahui kegiatan politik di negara, pemimpin-pemimpin baru, dan kebijakan-kebijakan yang ada.

Iklan
0

kerukunan antar umat beragama

Kerukunan antar umat beragama

Fungsi agama adalah untuk mempersatu antar umat manusia agar tidak bercerai berai. Memang benar dalam agama sudah bisa mempersatu umatnya, tetapi hanya dalam koredor satu agama saja, tidak dalam agama lain, maksudnya antara agama(islam) dan agama lain (kristen) umatnya masih belum bisa bersatu, bahkan saling menjustis agama merekalah yang benar dan menyalahkan agama yang lain.

Maka dari itu perlu dilakukan “DIALOG”  yang dilakukan antar umat beragama, untuk mencari jalan keluar atas keadaan yang saling bermusuhan dan dapat menciptakan suasana damai dan kooperatif.

A.)  Kerukunan menjadi tugas atas setiap agama

Kerukunan belum merupakan nilai akhir, tetapi baru merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang lebih jauh yaitu damai dan aman. Di setiap agama sebenarnya sudah diajarkan untuk saling rukun antar manusia. Bahkan dalam kitab kitab nya sudah tertulis benar untuk saling menjaga kerukunan antar umat manusia, kerukunan bagi masyarakat masih merupakan cita cita yang masih belum terwujud.

B.)  Dialog antar umat beragama

Untuk terciptanya suasana damai dan aman antar umat beragama maka diperlukan kerukunan, agar terjadi kerukunan diperlukan pengertian antara masyarakat satu dan masyarakat yang lainnya,untuk itu sangat perlu “DIALOG” yang dilakukan antar umat beragama bukan dialog antar agama.

1.)    Arti dialog pada umumnya

Kata dialog berasal dari kata yunani “dia-logos” artinya bicara antar dua pihak atau “dwiwicara”. Arti dialog adalah : percakapan antar dua orang atau lebih untuk pertukaran nilai yang dimiliki masing-masing pihak.

Tujuan dialog bukanlah bersifat negatif yang saling menjatuhkan, bukan memberikan jawaban atas pertanyaan lawan, tetapi bersifat positif yaitu : memberikan informasi dan nilai-nilai yang dimiliki. Untuk saling mengerti antara satu dan yang lainnya.

Syarat syarat yang perlu dimiliki dan dihindari dalam dialog pada umumnya:

1.)    Perlu memiliki pribadi menurut istilah Reuel L. Howe :

a.)    Pribadi yang utuh dan otentik.

utuh : kalo memberikan tanggapan dengan sepenuh hati tidak setengah setengah.

Otentik :  menghargai orang lain, mempercayai orang dan tidak berusaha memperalatnya.

b.)    Pribadi diagonal : sanggup terbuka pada orang lain dalam hal mendengarkan dan menerima pendapat orang lian, bahkan mau mengungkapkan dirinya pada orang lain

c.)    Pribadi dialogal : seseorang yang bersifat disiplin, mematuhi konsekuensi tata tertib, teguh pendiriannya.

2.)    Rintangan yang harus diatasi :

a.)    Rintangan bahasa : karena dalam setiap logat bahasa setiap orang berbeda beda walaupun cara baca sama,tetapi mempunyai arti beda, maka dari itu harus mencari bahasa yang sesuai.

b.)    Gambaran tentang orang lain yang keliru : dalam hal ini banyak masyarakat beranggapan bahwa pendapat bahkan agama mereka yang benar dan menyalahkan agama orang lain, dalam dialog tidak bisa kita menyalahkan yang lain karna akan mempersempit pemikiran kita.

c.)    Nafsu membela diri : dalam dialog kebanyakan saling membela diri dan ingin pendapat mereka yang diterima dan menang, tapi hal itu tidak dapat titik terang dalam dialog, harusnya kita terbuka dan menerima pendapat mereka, dalam artian kita tidak kalah,tetapi hanya saling tukar informasi untuk mencari tujuan pemersatu antar umat beragama.

2.)Pedoman dialog antar umat beragama

Dialog antar umat beragama adalah : suatu temu wicara antara dua atau lebih pemeluk agama yang berbeda untuk saling tukar nilai dan informasi keagamaan pihak masing masing untuk mencapai bentuk kerja sama dan semangat kerukunan.

Pedoman khusus dialogi umat beragama :

1.)    Dasar pijak yang sama :  sama sama memiliki kepercayaan yang sama akan satu tuhan. Dan saling percaya bahwa mereka satu keluarga umat manusia yang sama, dan akan menuju tempat abadi yang sama.

2.)    Tujuan dialogi :  tujuan antara satu pemeluk agama dan yang lainnya bukanlah saling peleburan jadi satu dogma atau kepercayaan, tetapi hanya untuk saling mengetahui nilai nilai antara satu agama dengan agama yang lain, saling menghormati dantidak saling menjatuhkan untuk tercipta suasana damai dan aman.

3.)    Materi dialogi : tema dalam melakukan dialog setidaknya meliputi :

a.)    Masalah da’wah dan pendidikan religius

b.)    Toleransi versus fanatisme

c.)    Hidup bersama di daerah beragama yang plural

d.)   Kerja sama antar umat beragama

e.)    Kode etik pergaulan antar umat beragama.

Tetapi kalau hanya membicarakan tema seperti di atas masih kurang, maka masih perlu ditambah lagi dengan tema tema yang sedang dihadapi dewasa ini.

4.)    Kode etik dialogi antar umat beragama : kode etik di sini bukanlah etika sopan santun dalam berbicara,tetapi serangkaian etika yang harus diterapkan dan ditaati oleh para penganut agama dalam pergaulan antar pemeluk agama.

Kode etik tersebut :

a.)    Kesaksian yang jujur dan saling menghormati :antara pemeluk harus menghilangkan rasa curiga dan tidak percaya.

b.)    Prinsip kebebasan beragama : antara satu sama lain harus saling menghargai agama mereka dan mereka bebas dalam memilih agama, bahkan diperbolehkan berpindah agama.

c.)    Prinsip acceptance : saling menerima orang lain apa adanya, dalam hal beragama menerima dia adalah agama lain yang berbeda dari agama kita.

d.)   Berpikir positif dan percaya :

berfikir positif : berfikir positif pada agama orang lain, dalam hal ini kita hanya berpikir dan menghargai bukan kita positif dan menganut agama itu.

Percaya :saling percaya dalam hal ini kita percaya pada agama mereka dalam hal mempercayai dan menghilangkan prasangka prasangka buruk terhadap mereka.

0

review konsumsi

Konsumsi

A.)  Pengerian konsumsi

Menurut Don Staler (1997) konsumsi adalah bagaimana manusia dan aktor sosial dengan kebutuhan yang dimilikinya berhubungan dengan sesuatu, dalam hal ini material,jasa,simbolik yang dapat memuaskan mereka. sesuatu yang memuaskan mereka seperti menikmati, melihat,merasakan dan lainnya. Jadi konsumsi mengacu pada keseluruhan aktifitas sosial yang orang lakukan untuk hidup. Jadi bukan hanya makan minum saja tetapi semua aktifitas manusia.

B.)  Pandangan Para Peneruka Sosiologi Tentang Konsumsi

Para tokoh sosiologi yang telah berbicara tentang konsumsi antara lain :

1.)     Karl Max (1818-1883)

Ternyata max banyak membahas tentang konsumsi. Dalam membahas komoditas, max membedakan antara alat alat produksi dan alat alat konsumsi. Dalam alat alat produksi max mendefinisikan sebagai komoditas yang memasuki konsumsi produktif. Sedangkan alat alat konsumsi, konsumsi itu memasuki komoditas konsumsi individual dari kelas kapitalis dan pekerja.Karna pembagian tersebut maka akan terjadi pengklasifikasian jenis konsumsi. Yaitu konsumsi subsistensi dan konsumsi mewah.Konsumsi subsistensi adalah alat alat konsumsi yang diperlukan oleh para pekerja(bahan pokok). Sedangkan konsumsi mewah alat alat konsumsi mewah yang dimiliki para kapitalis seperti barang barang mewah (bmw).

2.)    Emile Durkheim (1858-1917)

Sumbangan Durkheim dalam buku “ The Devision of Labor in Society” adalah pemikiran tentang yang mempersatukan masyarakat adalah kesadaran kolektif, yaitu totalitas kepercayaan-kepercayaan dan sentimen-sentimen bersama(1964:79). Ia merupakan suatu solidaritas yang tergantung pada individu-individu yang memiliki sifat-sifat yang sama dan menganut kepercayaan-kepercayaan dan pola yang normative yang sama pula. Misalnya : semua orang dalam komunitas memiliki pandangan sama tentang bagaimana atau seperti apa cara atau pola perumahan, tentang cara atau pola makan, tentang ide atu nilai baik buruk atau benar salah sesuatu, dan sebagainya.

3.)    Max Weber (1864-1920)

Dalam bukunya “Economy and Society” menyatakan bahwa tindakan konsumsi dapat dikatakan sebagai tindakan sosialsejauh tindakan tersebut memperhatikan tingkah laku dari individu lain dan oleh karena itu diarahkan pada tujuan tertentu.( weber 1978:4).

4.)    Thorstein Veblen (1857-1929)

Dalam bukunya “The Theory of The Leisure Class” ia melihat kapitalisme industry berkembang secara barbar, karena properti privat tidak lain merupakan”barang rampasan yang diambil melaui kemenangasn perang (1994:27)

 

C.)  Fokus Kajian Sosiologi Tentang Konsumsi

Adapun fenomena-fenomena yang termasuk dalam fenomena konsumsi seperti: Masyarakat konsumsi, budaya dan konsumsi, perilaku konsumen, waktu luang, gaya hidup, fashion, dan lain lain.

D.)  Budaya dan Konsumsi Pada Masyarakat Prakapitalis

Menurut Don Slater : bahwa konsumsi selalu dan di manapun dipandang sebagai suatu proses budaya. Konsumsi benda-benda tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan fisik-biologis semata,tetapi juga berkaitan dengan manfaat benda-benda atau obyek-obyek secara social budaya (Lee, 2006; Lury,1998; dan Featherson, 2001). Dalam kaitannya pendapat lury terdapat beberapa pemaknaan social terhadap konsumsi benda-benda dalam kehidupan social masyarakat pra kapitalis.

a.       Konsumsi sebagai pembeda antara Kehidupan Profan dan Kehidupan Suci.

b.      Konsumsi sebagai identitas.

c.       Konsumsi sebagai stratifikasi social.

E.)  Budaya Konsumen

 

Karakteristik yang dimiliki oleh budaya konsumen, yaitu antara lain:

a.       Budaya Konsumen Merupakan Suatu Budaya dari mKonsumsi

b.      Budaya Konsumen sebagai Budaya dari Masyarakat Pasar.

c.       Budaya Konsumen adalah secara Prinsip, Universal dan Impersonal.

d.      Budaya Konsumen Merupakan Media Bagi Hak Istimewa dari Identitas dan Status dalam Masyarakat Pascatradisional.

e.       Budaya Konsumen Merepresentasikan Pentingnya Budaya dalam Penggunaan Kekuatan Modern.

f.       Kebutuhan Konsumen Secara Prinsip Tidak Terbatas dan Tidak Terpuaskan.

REVIEW dari buku :

Prof.Dr.Damsar . 2009. PENGANTAR SOSIOLOGI EKONOMI. Jakarta : Kencana Pranata Media Group

0

polemik rokok prespektif fiqh dan masyarakat

 

POLEMIK ROKOK PRESPEKTIK FIQH DAN MASYARAKAT

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Dewasaini, masyarakat masih kurang mengerti tentang bahaya yang dapat merusak diri mereka sendiri, yang baik bagi diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar.Misalnya :masalah kesehatan, seperti ROKOK. Di sini saya menjelaskan dan menguraikan tentang rokok, mungkin saja keterangan yang akan saya uraikan kurang tepat.

Saya sendiri masih kebingungan antara madharat dan manfaat rokok itu sendiri, untuk itu saya mohon kerjasamanya dalam memperbaharui dan melengkapi pemikiran saya ini.

 

1.2 Rumusan Masalah

            Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah yang dapat dikemukakan adalah :

1. Apa itu Rokok dan asal mulanya ?

2.Apa Madharat dan Manfaat Rokok bagi kita ?

3. Bagaimana Pandangan Para Ulama tentang Rokok ?

4. Bagaimana Pandangan Masyarakat tentang Rokok ?

5. Bagaimana Pandangan Sosiologis tentang Rokok ?

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Rokok

            Rokokadalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.[1]

            Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.

            Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung.

2.2 Asal Mula Rokok

            Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa.Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.[2]

2.3 Madharat Rokok

            Merokok mempunyai madharat terutama pada kesehatan,

            sebuah studi memperlihatkan bahwa merokok tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri namun juga bagi lingkungan sekitar mereka. Laporan dari Dr Paolo Vineis seperti yang dilansir oleh The British Medical Journal menyatakan anak-anak memiliki resiko paling besar dari para orangtua perokok.

            Dampak perokok pada non perokok (perokok pasif) sudah lama diketahui. Namun bahaya mengenai orangtua perokok pada kesehatan anak-anak baru kini mengemuka. Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Paolo Vineis disejumlah negara Eropa diketahui bahwa anak-anak mengalami dampak paling tinggi.

            Yaitu sekitar tiga kali lipat terkena kanker paru-paru dan masalah yang berhubungan dengan pernafasan lainya dari orangtua yang perokok.

            Resiko anak-anak terkena kanker paru-paru mengalami kenaikan sampai 3.6 kali dari orangtua perokok karena anak-anak ini telah menjadi seorang perokok pasif.

            Merokok dirumah memang tidak dilarang namun Dr Paolo menyarankan orang tua seharusnya tidak merokok di rumah saat anak-anak mereka berada disekitarnya. Dr. Norman Edelman memberikan saran lain bahwa seandainya harus merokok disarankan untuk tidak merokok diruangan tertutup.

 

 

·         Pengaruh asap rokok terhadap kesehatan antara lain :

 

  1. Merokok memperlemah Paru-paru

Orang yang terbiasa merokok kemungkinan mengalami sesak nafas, menderita TBC dan bronkhitis lebih besar dibandingkan dengan yang bukan perokok

  1. Merokok Mengganggu Aliran Darah

Stroke, serangan jantung dan pembusukan jaringan (gangren) merupakan akibat terganggunya aliran darah

  1. Merokok meningkatkan impotensi dan infertilitas

Orang yang setiap hari menghabiskan berbatang-batang rokok akan mengalami peningkatan terjadinya impotensi dan infertitilitas (kemandunlan)

  1. Merokok meningkatkan resiko kanker

Merokok meningkatkan kemungkinan untuk menderita semua jenis kanker terutama kanker paru-paru. kanker mulut, kanker lambung dan kanker tenggorokan

  1. Merokok merupakan masalah bagi kesehatan wanita

Wanita hamil yang terkena asap rokok memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami keguguran, melahirkan bayi prematur (tidak cukup bulan) ataupun melahirkan bayi dengan badan lahir rendah

 

 

 

 

  1. Merokok merupakan masalah kesehatan keluarga

Anak-anak yang terkena asap rokok lebih sering menderita sesak nafas, alergi, asma, bronkhitis, dan infeksi telinga. Selain itu asap rokok juga menyebabkan adanya hambatan perkembangan otak dan gangguan belajar.[3]

2.4 Manfaat Rokok.

            Pada kenyataannya,sampai saat ini masih banyak orang yang suka merokok, ada beberapa alasan mengapa mereka menyukainya :

  1. Nikotin yang terkandung dalam rokok menimbulkan perasaan gembira dan tenang. Hal ini karena meningkatnya kadar dopamin di dalam sirkuit balik otak. Dalam penghisapan rokok bisa merelaksasi dan menghilangkan nyeri.[4]
  2. Lepasnya neurotransmitter dan hormon ini menimbulkan efek nikotin. Dengan cara ini, nikotin dapat meningkatkan konsentrasi dan ingatan sebagai akibat meningkatnya acetylcholin. Efek lainnya, juga meningkatkan kewaspadaan akibat meningkatnya acetylcholine dan norepinefrin. Meningkatkan daya jaga ( menghilangkan kantuk ) akibat meningkatnya norepinefrin. Rasa nyeri berkurang akibat meningkatnya achetylcholin dan endorphin.

            Pada dasarnya, nikotin berguna untuk mencegah dan menyembuhkan beberapa penyakit sebagai berikut :

  1. Penderita penyakit jantung koroner yang dioperasi pelebaran arteri lewat kulit (per cutaneous), operasi ulangan pada perokok ternyata lebih sedikit dari pada yang tidak merokok.
  2. Risiko ulcerative colitis (tukak usus besar karena reaksi autoinum) pada perokok sering berkurang yang bergantung pada dosis, efek ini dapat hilang bila berhenti merokok.
  3. Merokok juga berpengaruh pada perkembangan Sarcoma Kaposi, yaitu kanker kulit yang sering terjadi pada penderita AIDS, lebih sedikit pada perokok.
  4. Terjadinya kanker payu dara pada wanita yang membawa gen BRCA yang sangat berisiko tinggi, lebih sedikit pada wanita perokok.
  5. Wanita hamil yang merokok menderita preeclampsia lebih sedikit dari pada yang tidak merokok.
  6. Kelainan atopic, seperti astma alergi pada perokok lebih sedikit dari pada yang tidak merokok, dipercaya bahwa mekanisme kerja pada kasus kasus ini mungkin karena nicotine berperan sebagai bahan anti radang dan mempengaruhi proses penyakit yang berhubungan dengan alergi.[5]

2.5  Pandangan Para Ulama Tentang Rokok

            Menurut pandangan beberapa ulama tentang rokok berbeda beda,tergantung dari mana mereka melihatnya, ada yang dari kesehatan dan lain nya, di sini saya akan menyebutkan sebagian yang saya temui, :

  1. Syaikh Muhammad bin Ibrahim

            Rokok haram karena di dalamnya ada racun. Al-Qur’an menyatakan, ?Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk (kotoran). (al-A’raf: 157). Rasulullah juga melarang setiap yang memabukkan dan melemahkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah ra. Merokok juga termasuk melakukan pemborosan yang tidak bermanfaat. Selanjutnya, rokok dan bau mulut perokok bisa mengganggu orang lain, termasuk pada jamaah shalat.

  1. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

            Rokok haram karena melemahkan dan memabukkan. Dalil nash tentang benda memabukkan sudah cukup jelas. Hanya saja, penjelasan tentang mabuk itu sendiri perlu penyesuaian.

  1. Ulama Mesir, Syria, Saudi

            Rokok haram alias terlarang, dengan alasan membahayakan. Di antara yang mendukung dalil ini adalah Syaikh Ahmad as-Sunhawy al-Bahuty al-Anjalaby dan Syaikh Al-Malakiyah Ibrahim al-Qaani dari Mesir, An-Najm al-Gazy al-Amiry as-Syafi’i dari Syria, dan ulama Mekkah Abdul Malik al-Ashami.

  1.  Dr Yusuf Qardhawi

            Rokok haram karena membahayakan. Demikian disebut dalam bukunya “Halal & Haram dalam Islam”. Menurutnya, tidak boleh seseorang membuat bahaya dan membalas bahaya, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah. Qardhawi menambahkan, selain berbahaya, rokok juga mengajak penikmatnya untuk buang-buang waktu dan harta. Padahal lebih baik harta itu digunakan untuk yang lebih berguna, atau diinfaqkan bila memang keluarganya tidak membutuhkan.

            Rasulullah SAW bersabda “Tidak boleh memberi bahaya kepada diri sendiri dan tidak boleh memberi bahaya kepada orang lain.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas dan Ubadah)

            Termasuk juga MUI dalam hal rokok mereka mengharamkan, tetapi dalam masyarakat sendiri masih mengalami ketimpangan alasan utama mereka mengharamkan rokok.

            Alasan alasan MUI mengharamkan rokok :

1.      Dilihat dari segi ekonomi, setiap perokok pasti menghabiskan beberapa batang rokok perhari dan menurut MUI hal ini adalah hal yang mubazir

2.      Dilihat dari sisi kesehatan, menurut mereka bahaya rokok lebih besar dari manfaatnya.[6]

2.6  Pandangan Masyarakat Tentang Rokok

            Masyarakat sendiri sudah mengetahui bahaya merokok, tetapi bagi mereka merokok merupakan bukan hal yang tabu lagi, ada beberapa aspek mengapa mereka merokok,

            Alasan bagi perokok :

  1. Karena sudah kebiasaan, di sini mereka merokok memang sudah mengetahui bahaya bahaya akibat rokok, tetapi karena sudah terbiasa sulit untuk meninggalkannya, contohnya saja seperti kita makan yang sudah terbiasa makan pakai sambal, kalo sekali saja makan tanpa sambal pasti terasa aneh dan bahkan tidak mau makan.
  2. Karena menguntungkan, mereka yang sudah sering merokok sangat ketergantungan, seperti halnya permen karet, mereka kalau setelah merokok daya pikir otaknya semakin meningkat dan bahkan bisa berpikir lebih ringan, ini terjadi kebanyakan pada para Kiai sepuh,
  3. Karena tren, ini terjadi pada anak muda yang sedang mencari jadi diri, mereka akan mencoba hal yang baru, terutama pada hal rokok, bagi mereka rokok merupakan hal yang patut dicoba karena hal yang menantang.

 

            Ada juga masyarakat yang membenci sekali pada rokok terutama kaum hawa, mereka beranggapan rokok itu tak baik bagi kesehatan dan juga asapnya mengganggu sekitar,

2.7  Analisis Sosiologi

            Dalam hal merokok kita memang harus berhati hati, tetapi juga kita melihat jangan dari sisi negatifnya saja, lihat juga sistim positifnya, pajak dari rokok merupakan pajak yang cukup besar bagi pemerintah, dan juga pabrik rokok saja banyak masyarakat dari kita yang bekerja dan tergantung pada rokok, sehari saja pabrik rokok berhenti sudah menghentikan pajak Negara dan juga pendapatan masyarakat terhenti dan menjadi pengangguran sementara,

            Di sini kita bisa menempatkan Teori Fungsionalisme structural, di mana masyarakat membutuhkan rokok dalam kehidupannya, bagi masyarakat menengah kebawah rokok sangat fungsional sekali, karena di pabrik rokoklah kebanyakan masyarakat menengah kebawah mencari sesuap nasi, contoh kecil saja, ketika pabrik libur sehari saja berapa pengangguran yang akan ada.

            Bagi pemerintah pun sangat fungsional, karena pajak kebanyakan dari pajak rokok, seandainya saja rokok ditutup dan tidak boleh berproduksi, maka berapa pendapatan pemerintah yang akan hilang dari penerimaan pajak itu sendiri.

            Jadi dalam hal halal haramnya, masalah rokok bisa jadi haram ketika seseorang itu jika merokok maka penyakitnya akan kambuh, bisa juga mubah (boleh) ketika orang itu sudah terbiasa merokok dan tidak ada imbasnya bagi kesehatan dan kehidupannya, bisa di ibaratkan rokok seperti bawang, walaupun baunya tidak enak tetapi banyak orang yang makan bawang. Kesimpulannya dalam hal halal haram kita jangan langsung menuding itu haram karena dalil ini, dan halal karena dalil ini, tetapi lihatlah apa kita bisa menjaga kesehatan kita, dalam rokok pun sudah tertulis himbauan penyakit akibat rokok.

BAB III

3.1 Kesimpulan

            Dari beberapa keterangan di atas bisa disimpulkan bahwa rokok memang kurang baik, tetapi tidak ada keterangan untuk mengharomkan sesuatu yang belum tau prespektif dari pandangan mana dia mengambilnya, jadi untuk merokok bagi saya boleh boleh saja asal tau kesehatannya dan melihat lingkungan sekitar, kita tidak boleh mementingkan ego kita sendiri merokok di tempat umum dan mengganggu masyarakat sekitar kita.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

·         Dr. H.M. Nasim Fauzi, 2010,Siapa Bilang Merokok Harom?, Surya Pena Gemilang, Jawa Timur

·         Rif’an ,Ahmad Rifa’i, 2010, Merokok Haram, Penerbit Republika, Jakarta

·         Amen Budiman dan Onghokham,1987, Rokok Kretek, Penerbit PT DJARUM, Kudus

·         http://www.dzikir.org/index.php/berita-seputar-islam/120-fatwa-mui-rokok      : 23.00 20-12-2011

·         http://ardansirodjuddin.wordpress.com/2008/08/15/fatwa-haram-majlis-ulama-indonesia-mui-tentang-rokok/ : 23.00 19-12-2011

 

 

 


[1] Ahmad Rifa’i Rif’an.Merokok Haram ; (JAKARTA :  Penerbit Republika,2010)   hlm. 13.

[2] Amen Budiman dan Onghokham. Rokok Kretek ; (KUDUS : Penerbit PT DJARUM,1987)

Hlm. 69.

[4]Dr. H.M. Nasim Fauzi, Siapa Bilang Merokok Harom? ; (Jawa Timur : Surya Pena Gemilang,2011) hlm. 49.

[5] Ibid, hlm 49

0

POLEMIK PASAR MODERN DAN TRADISIONAL

Polemik pasar modern dan tradisional

POLEMIK PASAR MODERN DAN TRADISIONAL

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

        Dewasa ini banyak sekali masyarakat yang konsumtif, tetapi dalam menjadi masyarakat yang konsumtif itu banyak yang terhedonisme, melupakan karya anak bangsa, yang merupakan tradisi yang seharusnya masih dijaga, mereka bahkan anak muda sudah jarang sekali belanja di pasar, mereka lebih senang akan pergi ke mall, swalayan, dan lain lain. Padahal antara pasar tradisional dan modern barang-barang yang diperjual belikan sama saja.

        Untuk memecahkan dan mengetahui tentang pasar, saya mencoba menuliskan apa yang saya ketahui tentang pasar dan alasan-alasan mereka memilih untuk pergi ke pasar itu.

1.2  Rumusan masalah

Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah yang dapat dikemukakan adalah :

1.      Pengertian dan jenis-jenis pasar

2.      Keunggulan dan kelemahan pasar tradisional

3.      Keunggulan dan kelemahan pasar modern

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PASAR

2.1 pengertian dan jenis-jenis pasar

1. pengertian

*Pasar adalah suatu tempat dimana pembeli dan penjual bertemu untuk membeli atau menjual barang dan jasa atau faktor-faktor produksi.

*Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang

2. jenis-jenis pasar

Jenis jenis pasar sebenarnya ada banyak, tetapi yang akan dibahas disini adalah pasar dibagi 2, yaitu :

A.     Pasar tradisional :  merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang “legendaris” antara lain adalah pasar Beringharjo di Yogyakarta, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern.

B.     Pasar modern : tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah hypermarket, pasar swalayan (supermarket), dan minimarket.

 

2.2  Keunggulan dan Kekurangan Pasar Tradisional

 

A.    Keunggulan Pasar Tradisional

 

1.      masih adanya kontak sosial saat tawar menawar antara pedagang dan pembeli. Tidak seperti pasar modern yang memaksa konsumen untuk mematuhi harga yang sudah dipatok.

2.       keinginan masyarakat memperoleh produk dengan harga murah di saat krisis membuat pasar tradisional  terselamatkan dari desakan pasar modern

3.       pasar tradisional menggambarkan denyut nadi perekonomian rakyat kebanyakan

B.     Kekurangan Pasar Tradisional

 

1.      Tempat pasar kurang bersih dan kurang aman

2.      Barang-barang yang dijual biasanya ada cacatnya

3.      Barang yang dijual sudah lama ( biasanya ) barang yang sudah tidak terjual lama.

 

2.3 Keunggulan dan Kekurangan Pasar Modern

 

A.    Keunggulan pasar Modern,

 

1.      pasar modern memiliki banyak keunggulan yakni nyaman, bersih serta terjamin. Yang itu membuat para konsumen mau membeli ke pasar modern.

2.      AC, bersih, kenyamanan dan mempunyai gengsi yang tinggi menjadi andalan dari pasar modern, dan hal itu tidak dimiliki oleh pasar tradisional. Bahkan kalau kita melihat tidak ada kelemahan dari pasar modern ini.

 

B.     Kekurangan pasar modern

 

1.      Dalam pasar ini tidak terjadi harga tawar menawar, jadi tempat ini harganya sudah ditentukan.

2.      Harga di tempat ini biasanya lebih mahal dibandingkan pasar tradisional.

 

BAB III

PENUTUP

 

Dewasa ini , jelas sekali pasar modern seperti minimarket dan sejenisnya lebih banyak dijumpai. Bandingkan dengan pasar tradisional yang dari dulu hanya itu-itu saja. Oleh karena itu, pemerintah daerah setempat harus peduli terhadap keberadaan pasar tradisional sebagai salah satu sarana publik yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Seperti misalanya, membatasi pembuatan pasar modern, letak pasar juga jangan berdekatan, dan sebisa mungkin pasar Tradisional harus dibentuk serapi dan seindah mungkin agar bisa menarik perhatian para pembeli,

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Elit, Erdhika.Pasar Modal dan Transaksi Efek Saham. Jakarta: Galia Indonesia.

Pandji Anoraga.Pengantar Pasar Modal , Piji Pakarti, S.E, Rineka Cipta

 

0

anatomi alqur’an

 

 

ANATOMI AL-QURAN

            Al-quran memperkenalkan dirinya berbagai ciri dan sifat. Bukti keontetikannya adalah dijamin oleh ALLAH.

            Al-quran di turunkan kepada nabi MUHAMMAD SAW  melalui malaikat jibril demi kemaslahatan seluruh manusia.

            Cara turunnya bermacam-macam. Ada yang melalui malaikat dengan bertemu langsung masih berupa malikat, adapula malaikat yang menemui nabi melalui menyerupai manusia. Dan lain sebagainya.

 Turunnyapun menurut beberapa ulama berbeda-beda ada yang mengatakan 22 tahun 2 bulan 22 hari, adapula yang mengatakan 23 tahun dan lain sebagainya. Dalam al-quran terdapat 114 surat, 6666 huruf.

Huruf-huruf hijaiyyah yang terdapat pada awal beberapa surat dalam al-quran adalah jaminan keutuhan al-quran sebagaimana diterima oleh Rasulullah saw.

   

A. Tentang ayat:

     Sistematika ayat bersifat tauqifi : berdasarkan petunjuk nabi melalui Tuhan.

Alasannya : setiap setahun sekali malaikat jibril mendatangi rasulullah untuk mentadarus sekaligus memberi petunjuk susunan ayat.

Ayat ada 2:

  1. Secara etimologi: alamat / tanda-tanda /mukjizat
  2. Secara terminologi : kumpulan lafadz-lafadz yang memiliki permulaan dan akhir yang terhimpun dalam sebuah surat dalam al-quran

Klasifikasi ayat al-quran :

  1. Makiyyah : ayat-ayat yang turun di makkah,sebelum hijrah maupun sesudah hijrah.
  2.  Madaniyyah : ayat-ayat yang turun di madinah setelah nabi hijrah.

 

B.Tentang surat

   Sistematika surat bersifat:

  1. Tauqifi : Berdasarkan petunjuk nabi melalui Tuhan.

Alasannya :

a. Adanya hadist yang menjelaskan bahwa nabi yang menentukan urutannya.

b.adanya kesepakatan sahabat menerima mushaf usmani.

c.adanya ketidaksamaan surat-surat sejenis.

  1. Ijtihadi : Berdasarkan ijtihad sahabat-sahabat nabi.

Alasannya :

a.adanya perbedaan mushaf usmani dengan mushaf para sahabat.

b.adanya ijtihad tim koordifikasi dalam menentukan urutan surat.

Surat ada 2:

  1. Secara etimologi :tempat pemberhentian , kemuliaan yang tinggi.
  2. Secara terminologi : sekumpulan beberapa ayat al-quran yang berdiri sendiri dan memiliki pembuka dan penutup.

Klasifikasi surat al-quran:

  1. At-tiwal : surat-surat yang panjang
  2. Al-mi un : surat yang terdiri dari seratus ayat atau lebih
  3. Al-mutsani : surat yang terdiri kurang dari  seratus ayat
  4. Al-mufashal : surat-surat yang pendek
0

tentang bunuh diri

BUNUH DIRI

A. KASUS BUNUH DIRI

     Semakin banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini cukup membuat saya prihatin. Terlebih lagi para pelaku bunuh diri tersebut kebanyakan berasal dari kalangan kaum muda atau sebut saja remaja. Hal ini mengundang saya untuk menesuluri lebih lanjut mengenai apa penyebab bunuh diri. Berikut ini adalah hasil penelusuran saya melalui beberapa bacaaan mengenai penyebab remaja bunuh diri. Ada banyak  penyebab remaja melakukan bunuh diri, yang kebanyakan adalah hal sepele. Seperti :

1. Konflik dengan keluarga
     Seperti penyebab bunuh diri kebanyakan secara umum, konflik dengan keluarga menjadi salah satu penyebab remaja melakukan bunuh diri. Terutama konflik dengan orang tua yang membuat mereka, para remaja merasa tidak diterima dalam keluarganya.

2. Ditolak dalam pergaulan
     Ditolak dan dikucilkan dari lingkungan dan pergaulan bisa menjadi salah satu penyebab seorang remaja bunuh diri. Lingkungan pergaulan bagi seorang remaja adalah hal yang sangat penting. Makanya, ketika mereka merasa tersingkir lingkungan pergaulannya seorang remaja seperti ditolak oleh seluruh dunia. Wah, gawat kalau sudah begini.

3. Berpisah dengan orang yang dicintai
     Perpisahan dengan orang-orang yang dicintai serta orang-orang yang mencintai kita adalah sebuah pukulan berat. Misalnya ditinggal mati oleh orang tua atau pacar. Ini bisa menjadi pemicu seorang remaja untuk melakukan bunuh diri.

4. Merasa dipermalukan
     Tidak semua orang bisa menanggung rasa malu. Terlebih pada remaja di mana  kondisi mental dan kejiwaannya yang masih rapuh. Daripada menanggung malu, lebih baik mengakhiri semuanya dengan bunuh diri. Solusi yang jitu yah..?

5. Konflik dengan pacar
     Bagi sebagian rang ini adalah masalah sepele. Tapi tidak bagi sebagian lagi. Malah ada yang sampe nekat melakukan bunuh diri gara-gara putus dengan pacar, pacar selingkuh, ditolak, atau yang paling sering menjadi penyebab bunuh diri adalah karena gagal menikah. Pada remaja cewek ada yang bunuh diri karena ditinggal cowoknya, sementara dia sudah kehilangan keperwanannya.

6. Menghindari masalah
     Mungkin lebih tepatnya lari dari masalah. seorang remaja yang punya masalah dan tidak bisa menyelesaikannya. Akhirnya memilih untuk melakukan bunuh diri saja agar masalahnya selesai.
 7. Nah ni yang akan saya ambil jadi bahan saya, mengenai bunuh diri Cuma gara-gara jerawat,  aneh kan?  Tapi ini nyata terjadi.

 B. KEJADIAN

     Bunuh diri gara-gara jerawat

 

     Gara-gara jerawat, Angela Lee (28 tahun) nekad bunuh diri, dengan menabrakkan diri ke kereta!! Angela meninggalkan surat berisi kekecewaannya, akibat obat jerawat yang digunakannya, membuatnya terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
     Kejadian berawal dari penggunaan obat jerawat bermerek Roaccutane, yang diresepkan pada Angela sejak 6 bulan lalu. Setelah berhenti menggunakan obat ini, jerawatnya terlihat membaik, tapi Angela merasa kulitnya tetap bermasalah. Kondisi kulit kering, mengelupas di bagian hidung dan bibir. Kondisi ini membuat Angela resah.
     Pada tanggal 4 Oktober, Angela nekad mengakhiri hidupnya dengan melompat ke jalur kereta Stasiun Seven Kings, London Timur.

C.PENYEBAB KEJADIAN

 

  Itu semua disebabkan karena:

     Penampilan adalah satu faktor yang mempengaruhi naik turunnya kepercayaan diri seorang remaja. Maka tak heran jika banyak remaja yang berpikir untuk bunuh diri gara-gara jerawat yang parah.
     Saat remaja terjadi perubahan hormon yang drastis yang membuat gejolak di dalam tubuhnya. Perubahan hormon yang belum stabil ini membuat remaja gampang mengalami krisis mental karena terus berjuang mencari jati dirinya.
     Perubahan hormon ini salah satunya membuat hampir semua remaja mengalami jerawat. Dari survei yang dilakukan menunjukkan satu dari 5 remaja mengalami masalah jerawat yang parah.
     Jerawat yang parah membuat remaja minder dan secara psikologis menurut pakar kulit Jerry Tan MD dari University of Western Ontario Kanada, bisa menghancurkan kepercayaan dirinya yang sedang berusaha dibangunnya.
     “Ada dampak yang tersembunyi bagaimana remaja yang memiliki jerawat parah berpikir untuk bunuh diri,” kata Dr Tan seperti dilansir dari Health, Minggu (19/9/2010).
     Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 4.000 remaja, ada sebanyak 14 persen remaja yang melaporkan punya jerawat yang parah dan sangat banyak. Hampir 25 persen dari remaja yang berjerawat parah itu mengaku punya pikiran untuk bunuh diri.
     Penelitian sebelumnya membuat dugaan obat jerawat yang mengandung isotretinoin telah dihubungkan sebagai pemicu depresi, bunuh diri, atau pikiran untuk bunuh diri. Tapi ternyata pikiran binuh diri remaja bukan karena efek dari isotretinoin.

Memiliki jerawat di wajah merupakan hal yang banyak ditakuti wanita, terutama di usia remaja. Kebanyakan dari remaja merasa kepercayaan dirinya menurun ketika wajah dipenuhi jerawat. Kondisi tersebut secara langsung juga dapat mempengaruhi keadaan emosional seseorang. Bahkan jangan heran, jika hanya karena jerawat, tidak sedikit remaja memiliki keinginan bunuh diri.

     Saat memasuki masa pubertas kemunculan jerawat dipengaruhi oleh perubahan hormon yang bisa merangsang kelenjar minyak menghasilkan minyak secara berlebihan. Hal ini akan menyebabkan jerawat lebih sulit diatasi dan diperlukan waktu lama untuk mengatasinya sehingga bisa membuat penderitanya frustrasi yang berujung pada depresi.
     Kondisi tersebut terutama terjadi pada remaja yang kondisi jerawatnya cukup parah. Hasil survei menunjukkan, hampir 25 persen dari responden yang mengalami masalah jerawat parah mengaku sering merasa depresi dan punya keinginan untuk bunuh diri.
D.KESIMPULAN
     Kesimpulannya, remaja dalam kelompok yang punya masalah jerawat parah memiliki pikiran untuk bunuh diri dua atau tiga kali lebih sering dibandingkan remaja yang masalah jerawatnya tergolong ringan.
     Maka itu, isu ini penting dicermati oleh orangtua dan pihak sekolah, “Sistem perawatan kesehatan dan sekolah harus menyadari masalah ini, dan perlu ditangani secara serius.

     Remaja yang menderita jerawat sekecil apapun harus didorong untuk segera mencari pengobatan,” kata peneliti Jon Halvorsen, Profesor Dermatologi di Universitas

 

referensi : http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/69653

 http://www.indogamez.com/forum/Cewek-Bunuh-Diri-Gara-gara-Frustrasi-Ngobatin-Jerawat