tentang bunuh diri

BUNUH DIRI

A. KASUS BUNUH DIRI

     Semakin banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini cukup membuat saya prihatin. Terlebih lagi para pelaku bunuh diri tersebut kebanyakan berasal dari kalangan kaum muda atau sebut saja remaja. Hal ini mengundang saya untuk menesuluri lebih lanjut mengenai apa penyebab bunuh diri. Berikut ini adalah hasil penelusuran saya melalui beberapa bacaaan mengenai penyebab remaja bunuh diri. Ada banyak  penyebab remaja melakukan bunuh diri, yang kebanyakan adalah hal sepele. Seperti :

1. Konflik dengan keluarga
     Seperti penyebab bunuh diri kebanyakan secara umum, konflik dengan keluarga menjadi salah satu penyebab remaja melakukan bunuh diri. Terutama konflik dengan orang tua yang membuat mereka, para remaja merasa tidak diterima dalam keluarganya.

2. Ditolak dalam pergaulan
     Ditolak dan dikucilkan dari lingkungan dan pergaulan bisa menjadi salah satu penyebab seorang remaja bunuh diri. Lingkungan pergaulan bagi seorang remaja adalah hal yang sangat penting. Makanya, ketika mereka merasa tersingkir lingkungan pergaulannya seorang remaja seperti ditolak oleh seluruh dunia. Wah, gawat kalau sudah begini.

3. Berpisah dengan orang yang dicintai
     Perpisahan dengan orang-orang yang dicintai serta orang-orang yang mencintai kita adalah sebuah pukulan berat. Misalnya ditinggal mati oleh orang tua atau pacar. Ini bisa menjadi pemicu seorang remaja untuk melakukan bunuh diri.

4. Merasa dipermalukan
     Tidak semua orang bisa menanggung rasa malu. Terlebih pada remaja di mana  kondisi mental dan kejiwaannya yang masih rapuh. Daripada menanggung malu, lebih baik mengakhiri semuanya dengan bunuh diri. Solusi yang jitu yah..?

5. Konflik dengan pacar
     Bagi sebagian rang ini adalah masalah sepele. Tapi tidak bagi sebagian lagi. Malah ada yang sampe nekat melakukan bunuh diri gara-gara putus dengan pacar, pacar selingkuh, ditolak, atau yang paling sering menjadi penyebab bunuh diri adalah karena gagal menikah. Pada remaja cewek ada yang bunuh diri karena ditinggal cowoknya, sementara dia sudah kehilangan keperwanannya.

6. Menghindari masalah
     Mungkin lebih tepatnya lari dari masalah. seorang remaja yang punya masalah dan tidak bisa menyelesaikannya. Akhirnya memilih untuk melakukan bunuh diri saja agar masalahnya selesai.
 7. Nah ni yang akan saya ambil jadi bahan saya, mengenai bunuh diri Cuma gara-gara jerawat,  aneh kan?  Tapi ini nyata terjadi.

 B. KEJADIAN

     Bunuh diri gara-gara jerawat

 

     Gara-gara jerawat, Angela Lee (28 tahun) nekad bunuh diri, dengan menabrakkan diri ke kereta!! Angela meninggalkan surat berisi kekecewaannya, akibat obat jerawat yang digunakannya, membuatnya terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
     Kejadian berawal dari penggunaan obat jerawat bermerek Roaccutane, yang diresepkan pada Angela sejak 6 bulan lalu. Setelah berhenti menggunakan obat ini, jerawatnya terlihat membaik, tapi Angela merasa kulitnya tetap bermasalah. Kondisi kulit kering, mengelupas di bagian hidung dan bibir. Kondisi ini membuat Angela resah.
     Pada tanggal 4 Oktober, Angela nekad mengakhiri hidupnya dengan melompat ke jalur kereta Stasiun Seven Kings, London Timur.

C.PENYEBAB KEJADIAN

 

  Itu semua disebabkan karena:

     Penampilan adalah satu faktor yang mempengaruhi naik turunnya kepercayaan diri seorang remaja. Maka tak heran jika banyak remaja yang berpikir untuk bunuh diri gara-gara jerawat yang parah.
     Saat remaja terjadi perubahan hormon yang drastis yang membuat gejolak di dalam tubuhnya. Perubahan hormon yang belum stabil ini membuat remaja gampang mengalami krisis mental karena terus berjuang mencari jati dirinya.
     Perubahan hormon ini salah satunya membuat hampir semua remaja mengalami jerawat. Dari survei yang dilakukan menunjukkan satu dari 5 remaja mengalami masalah jerawat yang parah.
     Jerawat yang parah membuat remaja minder dan secara psikologis menurut pakar kulit Jerry Tan MD dari University of Western Ontario Kanada, bisa menghancurkan kepercayaan dirinya yang sedang berusaha dibangunnya.
     “Ada dampak yang tersembunyi bagaimana remaja yang memiliki jerawat parah berpikir untuk bunuh diri,” kata Dr Tan seperti dilansir dari Health, Minggu (19/9/2010).
     Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 4.000 remaja, ada sebanyak 14 persen remaja yang melaporkan punya jerawat yang parah dan sangat banyak. Hampir 25 persen dari remaja yang berjerawat parah itu mengaku punya pikiran untuk bunuh diri.
     Penelitian sebelumnya membuat dugaan obat jerawat yang mengandung isotretinoin telah dihubungkan sebagai pemicu depresi, bunuh diri, atau pikiran untuk bunuh diri. Tapi ternyata pikiran binuh diri remaja bukan karena efek dari isotretinoin.

Memiliki jerawat di wajah merupakan hal yang banyak ditakuti wanita, terutama di usia remaja. Kebanyakan dari remaja merasa kepercayaan dirinya menurun ketika wajah dipenuhi jerawat. Kondisi tersebut secara langsung juga dapat mempengaruhi keadaan emosional seseorang. Bahkan jangan heran, jika hanya karena jerawat, tidak sedikit remaja memiliki keinginan bunuh diri.

     Saat memasuki masa pubertas kemunculan jerawat dipengaruhi oleh perubahan hormon yang bisa merangsang kelenjar minyak menghasilkan minyak secara berlebihan. Hal ini akan menyebabkan jerawat lebih sulit diatasi dan diperlukan waktu lama untuk mengatasinya sehingga bisa membuat penderitanya frustrasi yang berujung pada depresi.
     Kondisi tersebut terutama terjadi pada remaja yang kondisi jerawatnya cukup parah. Hasil survei menunjukkan, hampir 25 persen dari responden yang mengalami masalah jerawat parah mengaku sering merasa depresi dan punya keinginan untuk bunuh diri.
D.KESIMPULAN
     Kesimpulannya, remaja dalam kelompok yang punya masalah jerawat parah memiliki pikiran untuk bunuh diri dua atau tiga kali lebih sering dibandingkan remaja yang masalah jerawatnya tergolong ringan.
     Maka itu, isu ini penting dicermati oleh orangtua dan pihak sekolah, “Sistem perawatan kesehatan dan sekolah harus menyadari masalah ini, dan perlu ditangani secara serius.

     Remaja yang menderita jerawat sekecil apapun harus didorong untuk segera mencari pengobatan,” kata peneliti Jon Halvorsen, Profesor Dermatologi di Universitas

 

referensi : http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/69653

 http://www.indogamez.com/forum/Cewek-Bunuh-Diri-Gara-gara-Frustrasi-Ngobatin-Jerawat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s