kerukunan antar umat beragama

Kerukunan antar umat beragama

Fungsi agama adalah untuk mempersatu antar umat manusia agar tidak bercerai berai. Memang benar dalam agama sudah bisa mempersatu umatnya, tetapi hanya dalam koredor satu agama saja, tidak dalam agama lain, maksudnya antara agama(islam) dan agama lain (kristen) umatnya masih belum bisa bersatu, bahkan saling menjustis agama merekalah yang benar dan menyalahkan agama yang lain.

Maka dari itu perlu dilakukan “DIALOG”  yang dilakukan antar umat beragama, untuk mencari jalan keluar atas keadaan yang saling bermusuhan dan dapat menciptakan suasana damai dan kooperatif.

A.)  Kerukunan menjadi tugas atas setiap agama

Kerukunan belum merupakan nilai akhir, tetapi baru merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang lebih jauh yaitu damai dan aman. Di setiap agama sebenarnya sudah diajarkan untuk saling rukun antar manusia. Bahkan dalam kitab kitab nya sudah tertulis benar untuk saling menjaga kerukunan antar umat manusia, kerukunan bagi masyarakat masih merupakan cita cita yang masih belum terwujud.

B.)  Dialog antar umat beragama

Untuk terciptanya suasana damai dan aman antar umat beragama maka diperlukan kerukunan, agar terjadi kerukunan diperlukan pengertian antara masyarakat satu dan masyarakat yang lainnya,untuk itu sangat perlu “DIALOG” yang dilakukan antar umat beragama bukan dialog antar agama.

1.)    Arti dialog pada umumnya

Kata dialog berasal dari kata yunani “dia-logos” artinya bicara antar dua pihak atau “dwiwicara”. Arti dialog adalah : percakapan antar dua orang atau lebih untuk pertukaran nilai yang dimiliki masing-masing pihak.

Tujuan dialog bukanlah bersifat negatif yang saling menjatuhkan, bukan memberikan jawaban atas pertanyaan lawan, tetapi bersifat positif yaitu : memberikan informasi dan nilai-nilai yang dimiliki. Untuk saling mengerti antara satu dan yang lainnya.

Syarat syarat yang perlu dimiliki dan dihindari dalam dialog pada umumnya:

1.)    Perlu memiliki pribadi menurut istilah Reuel L. Howe :

a.)    Pribadi yang utuh dan otentik.

utuh : kalo memberikan tanggapan dengan sepenuh hati tidak setengah setengah.

Otentik :  menghargai orang lain, mempercayai orang dan tidak berusaha memperalatnya.

b.)    Pribadi diagonal : sanggup terbuka pada orang lain dalam hal mendengarkan dan menerima pendapat orang lian, bahkan mau mengungkapkan dirinya pada orang lain

c.)    Pribadi dialogal : seseorang yang bersifat disiplin, mematuhi konsekuensi tata tertib, teguh pendiriannya.

2.)    Rintangan yang harus diatasi :

a.)    Rintangan bahasa : karena dalam setiap logat bahasa setiap orang berbeda beda walaupun cara baca sama,tetapi mempunyai arti beda, maka dari itu harus mencari bahasa yang sesuai.

b.)    Gambaran tentang orang lain yang keliru : dalam hal ini banyak masyarakat beranggapan bahwa pendapat bahkan agama mereka yang benar dan menyalahkan agama orang lain, dalam dialog tidak bisa kita menyalahkan yang lain karna akan mempersempit pemikiran kita.

c.)    Nafsu membela diri : dalam dialog kebanyakan saling membela diri dan ingin pendapat mereka yang diterima dan menang, tapi hal itu tidak dapat titik terang dalam dialog, harusnya kita terbuka dan menerima pendapat mereka, dalam artian kita tidak kalah,tetapi hanya saling tukar informasi untuk mencari tujuan pemersatu antar umat beragama.

2.)Pedoman dialog antar umat beragama

Dialog antar umat beragama adalah : suatu temu wicara antara dua atau lebih pemeluk agama yang berbeda untuk saling tukar nilai dan informasi keagamaan pihak masing masing untuk mencapai bentuk kerja sama dan semangat kerukunan.

Pedoman khusus dialogi umat beragama :

1.)    Dasar pijak yang sama :  sama sama memiliki kepercayaan yang sama akan satu tuhan. Dan saling percaya bahwa mereka satu keluarga umat manusia yang sama, dan akan menuju tempat abadi yang sama.

2.)    Tujuan dialogi :  tujuan antara satu pemeluk agama dan yang lainnya bukanlah saling peleburan jadi satu dogma atau kepercayaan, tetapi hanya untuk saling mengetahui nilai nilai antara satu agama dengan agama yang lain, saling menghormati dantidak saling menjatuhkan untuk tercipta suasana damai dan aman.

3.)    Materi dialogi : tema dalam melakukan dialog setidaknya meliputi :

a.)    Masalah da’wah dan pendidikan religius

b.)    Toleransi versus fanatisme

c.)    Hidup bersama di daerah beragama yang plural

d.)   Kerja sama antar umat beragama

e.)    Kode etik pergaulan antar umat beragama.

Tetapi kalau hanya membicarakan tema seperti di atas masih kurang, maka masih perlu ditambah lagi dengan tema tema yang sedang dihadapi dewasa ini.

4.)    Kode etik dialogi antar umat beragama : kode etik di sini bukanlah etika sopan santun dalam berbicara,tetapi serangkaian etika yang harus diterapkan dan ditaati oleh para penganut agama dalam pergaulan antar pemeluk agama.

Kode etik tersebut :

a.)    Kesaksian yang jujur dan saling menghormati :antara pemeluk harus menghilangkan rasa curiga dan tidak percaya.

b.)    Prinsip kebebasan beragama : antara satu sama lain harus saling menghargai agama mereka dan mereka bebas dalam memilih agama, bahkan diperbolehkan berpindah agama.

c.)    Prinsip acceptance : saling menerima orang lain apa adanya, dalam hal beragama menerima dia adalah agama lain yang berbeda dari agama kita.

d.)   Berpikir positif dan percaya :

berfikir positif : berfikir positif pada agama orang lain, dalam hal ini kita hanya berpikir dan menghargai bukan kita positif dan menganut agama itu.

Percaya :saling percaya dalam hal ini kita percaya pada agama mereka dalam hal mempercayai dan menghilangkan prasangka prasangka buruk terhadap mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s