POLEMIK PASAR MODERN DAN TRADISIONAL

Polemik pasar modern dan tradisional

POLEMIK PASAR MODERN DAN TRADISIONAL

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

        Dewasa ini banyak sekali masyarakat yang konsumtif, tetapi dalam menjadi masyarakat yang konsumtif itu banyak yang terhedonisme, melupakan karya anak bangsa, yang merupakan tradisi yang seharusnya masih dijaga, mereka bahkan anak muda sudah jarang sekali belanja di pasar, mereka lebih senang akan pergi ke mall, swalayan, dan lain lain. Padahal antara pasar tradisional dan modern barang-barang yang diperjual belikan sama saja.

        Untuk memecahkan dan mengetahui tentang pasar, saya mencoba menuliskan apa yang saya ketahui tentang pasar dan alasan-alasan mereka memilih untuk pergi ke pasar itu.

1.2  Rumusan masalah

Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah yang dapat dikemukakan adalah :

1.      Pengertian dan jenis-jenis pasar

2.      Keunggulan dan kelemahan pasar tradisional

3.      Keunggulan dan kelemahan pasar modern

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PASAR

2.1 pengertian dan jenis-jenis pasar

1. pengertian

*Pasar adalah suatu tempat dimana pembeli dan penjual bertemu untuk membeli atau menjual barang dan jasa atau faktor-faktor produksi.

*Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang

2. jenis-jenis pasar

Jenis jenis pasar sebenarnya ada banyak, tetapi yang akan dibahas disini adalah pasar dibagi 2, yaitu :

A.     Pasar tradisional :  merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang “legendaris” antara lain adalah pasar Beringharjo di Yogyakarta, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern.

B.     Pasar modern : tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah hypermarket, pasar swalayan (supermarket), dan minimarket.

 

2.2  Keunggulan dan Kekurangan Pasar Tradisional

 

A.    Keunggulan Pasar Tradisional

 

1.      masih adanya kontak sosial saat tawar menawar antara pedagang dan pembeli. Tidak seperti pasar modern yang memaksa konsumen untuk mematuhi harga yang sudah dipatok.

2.       keinginan masyarakat memperoleh produk dengan harga murah di saat krisis membuat pasar tradisional  terselamatkan dari desakan pasar modern

3.       pasar tradisional menggambarkan denyut nadi perekonomian rakyat kebanyakan

B.     Kekurangan Pasar Tradisional

 

1.      Tempat pasar kurang bersih dan kurang aman

2.      Barang-barang yang dijual biasanya ada cacatnya

3.      Barang yang dijual sudah lama ( biasanya ) barang yang sudah tidak terjual lama.

 

2.3 Keunggulan dan Kekurangan Pasar Modern

 

A.    Keunggulan pasar Modern,

 

1.      pasar modern memiliki banyak keunggulan yakni nyaman, bersih serta terjamin. Yang itu membuat para konsumen mau membeli ke pasar modern.

2.      AC, bersih, kenyamanan dan mempunyai gengsi yang tinggi menjadi andalan dari pasar modern, dan hal itu tidak dimiliki oleh pasar tradisional. Bahkan kalau kita melihat tidak ada kelemahan dari pasar modern ini.

 

B.     Kekurangan pasar modern

 

1.      Dalam pasar ini tidak terjadi harga tawar menawar, jadi tempat ini harganya sudah ditentukan.

2.      Harga di tempat ini biasanya lebih mahal dibandingkan pasar tradisional.

 

BAB III

PENUTUP

 

Dewasa ini , jelas sekali pasar modern seperti minimarket dan sejenisnya lebih banyak dijumpai. Bandingkan dengan pasar tradisional yang dari dulu hanya itu-itu saja. Oleh karena itu, pemerintah daerah setempat harus peduli terhadap keberadaan pasar tradisional sebagai salah satu sarana publik yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Seperti misalanya, membatasi pembuatan pasar modern, letak pasar juga jangan berdekatan, dan sebisa mungkin pasar Tradisional harus dibentuk serapi dan seindah mungkin agar bisa menarik perhatian para pembeli,

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Elit, Erdhika.Pasar Modal dan Transaksi Efek Saham. Jakarta: Galia Indonesia.

Pandji Anoraga.Pengantar Pasar Modal , Piji Pakarti, S.E, Rineka Cipta

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s