polemik rokok prespektif fiqh dan masyarakat

 

POLEMIK ROKOK PRESPEKTIK FIQH DAN MASYARAKAT

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Dewasaini, masyarakat masih kurang mengerti tentang bahaya yang dapat merusak diri mereka sendiri, yang baik bagi diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar.Misalnya :masalah kesehatan, seperti ROKOK. Di sini saya menjelaskan dan menguraikan tentang rokok, mungkin saja keterangan yang akan saya uraikan kurang tepat.

Saya sendiri masih kebingungan antara madharat dan manfaat rokok itu sendiri, untuk itu saya mohon kerjasamanya dalam memperbaharui dan melengkapi pemikiran saya ini.

 

1.2 Rumusan Masalah

            Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah yang dapat dikemukakan adalah :

1. Apa itu Rokok dan asal mulanya ?

2.Apa Madharat dan Manfaat Rokok bagi kita ?

3. Bagaimana Pandangan Para Ulama tentang Rokok ?

4. Bagaimana Pandangan Masyarakat tentang Rokok ?

5. Bagaimana Pandangan Sosiologis tentang Rokok ?

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Rokok

            Rokokadalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.[1]

            Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.

            Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung.

2.2 Asal Mula Rokok

            Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa.Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.[2]

2.3 Madharat Rokok

            Merokok mempunyai madharat terutama pada kesehatan,

            sebuah studi memperlihatkan bahwa merokok tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri namun juga bagi lingkungan sekitar mereka. Laporan dari Dr Paolo Vineis seperti yang dilansir oleh The British Medical Journal menyatakan anak-anak memiliki resiko paling besar dari para orangtua perokok.

            Dampak perokok pada non perokok (perokok pasif) sudah lama diketahui. Namun bahaya mengenai orangtua perokok pada kesehatan anak-anak baru kini mengemuka. Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Paolo Vineis disejumlah negara Eropa diketahui bahwa anak-anak mengalami dampak paling tinggi.

            Yaitu sekitar tiga kali lipat terkena kanker paru-paru dan masalah yang berhubungan dengan pernafasan lainya dari orangtua yang perokok.

            Resiko anak-anak terkena kanker paru-paru mengalami kenaikan sampai 3.6 kali dari orangtua perokok karena anak-anak ini telah menjadi seorang perokok pasif.

            Merokok dirumah memang tidak dilarang namun Dr Paolo menyarankan orang tua seharusnya tidak merokok di rumah saat anak-anak mereka berada disekitarnya. Dr. Norman Edelman memberikan saran lain bahwa seandainya harus merokok disarankan untuk tidak merokok diruangan tertutup.

 

 

·         Pengaruh asap rokok terhadap kesehatan antara lain :

 

  1. Merokok memperlemah Paru-paru

Orang yang terbiasa merokok kemungkinan mengalami sesak nafas, menderita TBC dan bronkhitis lebih besar dibandingkan dengan yang bukan perokok

  1. Merokok Mengganggu Aliran Darah

Stroke, serangan jantung dan pembusukan jaringan (gangren) merupakan akibat terganggunya aliran darah

  1. Merokok meningkatkan impotensi dan infertilitas

Orang yang setiap hari menghabiskan berbatang-batang rokok akan mengalami peningkatan terjadinya impotensi dan infertitilitas (kemandunlan)

  1. Merokok meningkatkan resiko kanker

Merokok meningkatkan kemungkinan untuk menderita semua jenis kanker terutama kanker paru-paru. kanker mulut, kanker lambung dan kanker tenggorokan

  1. Merokok merupakan masalah bagi kesehatan wanita

Wanita hamil yang terkena asap rokok memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami keguguran, melahirkan bayi prematur (tidak cukup bulan) ataupun melahirkan bayi dengan badan lahir rendah

 

 

 

 

  1. Merokok merupakan masalah kesehatan keluarga

Anak-anak yang terkena asap rokok lebih sering menderita sesak nafas, alergi, asma, bronkhitis, dan infeksi telinga. Selain itu asap rokok juga menyebabkan adanya hambatan perkembangan otak dan gangguan belajar.[3]

2.4 Manfaat Rokok.

            Pada kenyataannya,sampai saat ini masih banyak orang yang suka merokok, ada beberapa alasan mengapa mereka menyukainya :

  1. Nikotin yang terkandung dalam rokok menimbulkan perasaan gembira dan tenang. Hal ini karena meningkatnya kadar dopamin di dalam sirkuit balik otak. Dalam penghisapan rokok bisa merelaksasi dan menghilangkan nyeri.[4]
  2. Lepasnya neurotransmitter dan hormon ini menimbulkan efek nikotin. Dengan cara ini, nikotin dapat meningkatkan konsentrasi dan ingatan sebagai akibat meningkatnya acetylcholin. Efek lainnya, juga meningkatkan kewaspadaan akibat meningkatnya acetylcholine dan norepinefrin. Meningkatkan daya jaga ( menghilangkan kantuk ) akibat meningkatnya norepinefrin. Rasa nyeri berkurang akibat meningkatnya achetylcholin dan endorphin.

            Pada dasarnya, nikotin berguna untuk mencegah dan menyembuhkan beberapa penyakit sebagai berikut :

  1. Penderita penyakit jantung koroner yang dioperasi pelebaran arteri lewat kulit (per cutaneous), operasi ulangan pada perokok ternyata lebih sedikit dari pada yang tidak merokok.
  2. Risiko ulcerative colitis (tukak usus besar karena reaksi autoinum) pada perokok sering berkurang yang bergantung pada dosis, efek ini dapat hilang bila berhenti merokok.
  3. Merokok juga berpengaruh pada perkembangan Sarcoma Kaposi, yaitu kanker kulit yang sering terjadi pada penderita AIDS, lebih sedikit pada perokok.
  4. Terjadinya kanker payu dara pada wanita yang membawa gen BRCA yang sangat berisiko tinggi, lebih sedikit pada wanita perokok.
  5. Wanita hamil yang merokok menderita preeclampsia lebih sedikit dari pada yang tidak merokok.
  6. Kelainan atopic, seperti astma alergi pada perokok lebih sedikit dari pada yang tidak merokok, dipercaya bahwa mekanisme kerja pada kasus kasus ini mungkin karena nicotine berperan sebagai bahan anti radang dan mempengaruhi proses penyakit yang berhubungan dengan alergi.[5]

2.5  Pandangan Para Ulama Tentang Rokok

            Menurut pandangan beberapa ulama tentang rokok berbeda beda,tergantung dari mana mereka melihatnya, ada yang dari kesehatan dan lain nya, di sini saya akan menyebutkan sebagian yang saya temui, :

  1. Syaikh Muhammad bin Ibrahim

            Rokok haram karena di dalamnya ada racun. Al-Qur’an menyatakan, ?Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa yang buruk (kotoran). (al-A’raf: 157). Rasulullah juga melarang setiap yang memabukkan dan melemahkan, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah ra. Merokok juga termasuk melakukan pemborosan yang tidak bermanfaat. Selanjutnya, rokok dan bau mulut perokok bisa mengganggu orang lain, termasuk pada jamaah shalat.

  1. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

            Rokok haram karena melemahkan dan memabukkan. Dalil nash tentang benda memabukkan sudah cukup jelas. Hanya saja, penjelasan tentang mabuk itu sendiri perlu penyesuaian.

  1. Ulama Mesir, Syria, Saudi

            Rokok haram alias terlarang, dengan alasan membahayakan. Di antara yang mendukung dalil ini adalah Syaikh Ahmad as-Sunhawy al-Bahuty al-Anjalaby dan Syaikh Al-Malakiyah Ibrahim al-Qaani dari Mesir, An-Najm al-Gazy al-Amiry as-Syafi’i dari Syria, dan ulama Mekkah Abdul Malik al-Ashami.

  1.  Dr Yusuf Qardhawi

            Rokok haram karena membahayakan. Demikian disebut dalam bukunya “Halal & Haram dalam Islam”. Menurutnya, tidak boleh seseorang membuat bahaya dan membalas bahaya, sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah. Qardhawi menambahkan, selain berbahaya, rokok juga mengajak penikmatnya untuk buang-buang waktu dan harta. Padahal lebih baik harta itu digunakan untuk yang lebih berguna, atau diinfaqkan bila memang keluarganya tidak membutuhkan.

            Rasulullah SAW bersabda “Tidak boleh memberi bahaya kepada diri sendiri dan tidak boleh memberi bahaya kepada orang lain.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas dan Ubadah)

            Termasuk juga MUI dalam hal rokok mereka mengharamkan, tetapi dalam masyarakat sendiri masih mengalami ketimpangan alasan utama mereka mengharamkan rokok.

            Alasan alasan MUI mengharamkan rokok :

1.      Dilihat dari segi ekonomi, setiap perokok pasti menghabiskan beberapa batang rokok perhari dan menurut MUI hal ini adalah hal yang mubazir

2.      Dilihat dari sisi kesehatan, menurut mereka bahaya rokok lebih besar dari manfaatnya.[6]

2.6  Pandangan Masyarakat Tentang Rokok

            Masyarakat sendiri sudah mengetahui bahaya merokok, tetapi bagi mereka merokok merupakan bukan hal yang tabu lagi, ada beberapa aspek mengapa mereka merokok,

            Alasan bagi perokok :

  1. Karena sudah kebiasaan, di sini mereka merokok memang sudah mengetahui bahaya bahaya akibat rokok, tetapi karena sudah terbiasa sulit untuk meninggalkannya, contohnya saja seperti kita makan yang sudah terbiasa makan pakai sambal, kalo sekali saja makan tanpa sambal pasti terasa aneh dan bahkan tidak mau makan.
  2. Karena menguntungkan, mereka yang sudah sering merokok sangat ketergantungan, seperti halnya permen karet, mereka kalau setelah merokok daya pikir otaknya semakin meningkat dan bahkan bisa berpikir lebih ringan, ini terjadi kebanyakan pada para Kiai sepuh,
  3. Karena tren, ini terjadi pada anak muda yang sedang mencari jadi diri, mereka akan mencoba hal yang baru, terutama pada hal rokok, bagi mereka rokok merupakan hal yang patut dicoba karena hal yang menantang.

 

            Ada juga masyarakat yang membenci sekali pada rokok terutama kaum hawa, mereka beranggapan rokok itu tak baik bagi kesehatan dan juga asapnya mengganggu sekitar,

2.7  Analisis Sosiologi

            Dalam hal merokok kita memang harus berhati hati, tetapi juga kita melihat jangan dari sisi negatifnya saja, lihat juga sistim positifnya, pajak dari rokok merupakan pajak yang cukup besar bagi pemerintah, dan juga pabrik rokok saja banyak masyarakat dari kita yang bekerja dan tergantung pada rokok, sehari saja pabrik rokok berhenti sudah menghentikan pajak Negara dan juga pendapatan masyarakat terhenti dan menjadi pengangguran sementara,

            Di sini kita bisa menempatkan Teori Fungsionalisme structural, di mana masyarakat membutuhkan rokok dalam kehidupannya, bagi masyarakat menengah kebawah rokok sangat fungsional sekali, karena di pabrik rokoklah kebanyakan masyarakat menengah kebawah mencari sesuap nasi, contoh kecil saja, ketika pabrik libur sehari saja berapa pengangguran yang akan ada.

            Bagi pemerintah pun sangat fungsional, karena pajak kebanyakan dari pajak rokok, seandainya saja rokok ditutup dan tidak boleh berproduksi, maka berapa pendapatan pemerintah yang akan hilang dari penerimaan pajak itu sendiri.

            Jadi dalam hal halal haramnya, masalah rokok bisa jadi haram ketika seseorang itu jika merokok maka penyakitnya akan kambuh, bisa juga mubah (boleh) ketika orang itu sudah terbiasa merokok dan tidak ada imbasnya bagi kesehatan dan kehidupannya, bisa di ibaratkan rokok seperti bawang, walaupun baunya tidak enak tetapi banyak orang yang makan bawang. Kesimpulannya dalam hal halal haram kita jangan langsung menuding itu haram karena dalil ini, dan halal karena dalil ini, tetapi lihatlah apa kita bisa menjaga kesehatan kita, dalam rokok pun sudah tertulis himbauan penyakit akibat rokok.

BAB III

3.1 Kesimpulan

            Dari beberapa keterangan di atas bisa disimpulkan bahwa rokok memang kurang baik, tetapi tidak ada keterangan untuk mengharomkan sesuatu yang belum tau prespektif dari pandangan mana dia mengambilnya, jadi untuk merokok bagi saya boleh boleh saja asal tau kesehatannya dan melihat lingkungan sekitar, kita tidak boleh mementingkan ego kita sendiri merokok di tempat umum dan mengganggu masyarakat sekitar kita.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

·         Dr. H.M. Nasim Fauzi, 2010,Siapa Bilang Merokok Harom?, Surya Pena Gemilang, Jawa Timur

·         Rif’an ,Ahmad Rifa’i, 2010, Merokok Haram, Penerbit Republika, Jakarta

·         Amen Budiman dan Onghokham,1987, Rokok Kretek, Penerbit PT DJARUM, Kudus

·         http://www.dzikir.org/index.php/berita-seputar-islam/120-fatwa-mui-rokok      : 23.00 20-12-2011

·         http://ardansirodjuddin.wordpress.com/2008/08/15/fatwa-haram-majlis-ulama-indonesia-mui-tentang-rokok/ : 23.00 19-12-2011

 

 

 


[1] Ahmad Rifa’i Rif’an.Merokok Haram ; (JAKARTA :  Penerbit Republika,2010)   hlm. 13.

[2] Amen Budiman dan Onghokham. Rokok Kretek ; (KUDUS : Penerbit PT DJARUM,1987)

Hlm. 69.

[4]Dr. H.M. Nasim Fauzi, Siapa Bilang Merokok Harom? ; (Jawa Timur : Surya Pena Gemilang,2011) hlm. 49.

[5] Ibid, hlm 49

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s